BITUNG-FajarPost. Com- Rumah warga yang jadi korban Terdampak dari pekerjaan Jalan Tol Manado – Bitung di kelurahan Kakenturan, warga yang rumah nya jadi korban terdampak pekerjaan tol tersebut melakukan demo, di lokasi pekerjaan yang bertempat di kelurahan Kakenturan pada saat aksi demo warga dilokasi pekerjaan jalan tol, bertempat di Kakenturan kota bitung, aksi demo warga berujung perdebatan dengan aparat kepolisian. Pada saat perdebatan selaku Kordinator aksi “Excel Paneo” menyampaikan bahwa, aksi tersebut menuntut pembebasan lahan untuk beberapa rumah korban terdampak jalan Tol.
dari jumlah total Ada lima rumah korban terdampak jalan tol yang sudah didata oleh pihak Tol sejak tahun 2019, seharusnya sudah direalisasi, sebab rumah – rumah tersebut kondisinya sangat memperihatinkan akibat dari pembangunan jalan tol “tutur Excel Pada saat itu juga, keluhan warga bahwa selain pembebasan lahan yang menjadi masalah utama, ada beberapa keluhan lain diantaranya pada saat hujan terjadi banjir, di rumah warga akibat buruknya drainase, dan saluran air got masuk di rumah warga yang dampak dari pekerjaan jalan tol yang ada.
(Senin,15/3/2021).
“Isra Asune” salah satu warga Kakenturan menjelaskan bahwa, yang menjadi terdampak akibat pekerjaan jalan tol pengeluhan dan penyampaian warga Kakenturan yang mempunyai hak seakan tidak ada kejelasan dari pihak pembebasan lahan yang sudah didata oleh pihak P2 Lahan Jalan Tol.”Terang Isra” Kita so menghadap pihak jasa marga, pihak PP, sampe PPK lahan, sampe hari ini nyanda jelas depe realisasi.
Selain itu Iwan Ishak selaku warga yang rumah nya terdampak korban pekerjaan jalan tol apabilah hujan datang banjir. Selama ini seakan tidak adanya perhatian pemerintah.”Torang pe rumah so 5 kali bajir maso, alat – alat di dalam rumah so rusak sampe hari ini belum ada perhatian dari pemerintah” Ujar Iwan Ishak
Iwan juga menambahkan bahwa sebelumnya, dari Anggota DPR Kota Bitung Fraksi PAN sempat menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan masyarakat terdampak dengan pihak tol namun sampai hari ini pertemuan tersebut belum terjadi.untuk itu warga Kakenturan melakukan demo di lokasi jalan tol di Kakenturan, karna warga yang terdampak dari pekerjaan jalan tol merasa, seakan tidak ada perhatian dari pemerintah, dan juga hak mereka seakan dirampas tidak ada realisasi. Aksi demo tersebut berlangsung tidak lama dan di bubarkan secara paksa oleh satuan Kepolisian Resor Kota Bitung. Dengan dalil aksi tersebut tidak memiliki izin.
Peliput : Noval
Pemred: Vecky S Weol.










