Beranda Minahasa Raya Minut Nahdatul Ulama Minahasa Utara Mengutuk Dangan Keras Atas Terjadinya Pemboman Gereja di...

Nahdatul Ulama Minahasa Utara Mengutuk Dangan Keras Atas Terjadinya Pemboman Gereja di Makassar.

0
87

MINUT-FajarPost. Com. Ketua majelis ulama Minahasa Utara sekaligus ketua pengurus cabang nahdatul ulama kabupaten Minahasa utara, mengutuk dengan keras tindakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makasar pada hari ini Minggu, 28 Maret 2021 pukul 10.30 Wit.Tindakan tersebut sangat mencederai rasa kemanusiaan diseluruh bangsa Indonesia dan dapat merusak upaya kerukunan antar umat beragama, yang terus digalakkan oleh Pemerintah dan masyarakat.

Di tengah masih berlangsungnya ancaman Covid 19, tentu saja tindakan seperti ini dapat menambah penderitaan terutama para keluarga korban, dan bisa memunculkan tekanan dalam bentuk terganggunya rasa aman, rasa tenteram hubungan antar umat beragama.

Ketua majelis ulama/pengurus nahdatul ulama Minahasa Utara, Ir Haji Baydowi berharap semoga Kepolisian dapat segera mengungkap motif pelaku, dan menangkap aktor-aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Kepada seluruh masyarakat kami juga menghimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh, juga tidak ikut membangun opini yang hanya berdasar asumsi pribadi yang malah dapat memperkeruh suasana. Semuanya kita percayakan dan serahkan kepada aparat Kepolisian yang sedang menanganinya.

Ketua majelis ulama Minahasa Utara bersama nahdatul ulama minut, menyatakan” dan menghimbau tentang peledakan rumah ibadah di Makassar rasanya akan menambah kesulitan, sementara kita sedang berada dalam kesulitan oleh pandemi Covid 19, oleh karena itu Kami atas nama ketua MUI Minahasa Utara. bersama seluruh umat beragama Minahasa Utara, untuk waspada atas kejadian ini, mudah mudahan tidak mempengaruhi keamanan dan kenyamanan masyarakat banyak, “imbuhnya.

Sementara itu ketua Majelis Ulama Minahasa Utara./pengurus cabang nahdatul ulama Minahasa utara, menyatakan” Kami mengutuk keras tindakan biadab pelaku bom bunuh diri, ini adalah suatu kasus yang biadab ciri dari terorisme yang harus kita kecam dengan keras, bersama atas nama agama, sehingga yang demikian adalah suatu perbuatan biadab yang tidak menjadi teror yang mengakibatkan Indonesia tidak aman. Untuk itu diharapkan kepada seluruh warga masyarakat yang ada agar tetap tenang dalam menghadapi dan tetap waspada agar kerukunan antar umat beragama yang ada di Minahasa Utara, dan juga umat beragama yang ada di seluruh Indonesia bisa terjalin dengan baik mawahda dan warahma.
“Tutup nya.

(Noval).