MINSEL-FajarPost.Com. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri satu Modoinding Laksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang diikuti 4 jurusan yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) dan Asisten Keperawatan (Askep).
Kegiatan UKK ini telah dibuka serentak di seluruh SMK yang ada di Sulawesi Utara oleh Gubernur Sulut yang diwakili oleh Wakil Gubernur Drs. Steven Kandow melalui Video Converence (Vidcon) pada Selasa, (13/04/2021).
Drs. Steven Kandow mengungkapkan terkait pelaksanaan UKK dalam Vidcon tersebut mengungkapkan untuk menciptakan anak-anak didik yang berkualitas.
“Saya mengharapkan dengan pelaksanaan UKK ini akan menciptakan anak anak didik yang berkualitas dan memberikan legitimasi kepada mereka dengan memiliki SDM yang mampu serta tetaplah semangat, selamat melaksanakan ujian”, ungkap Wagub.
Ruben F. Kalundang selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Modoinding mengungkapkan tentang jumlah peserta yang mengikuti UKK tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih karena sekolah ini dipercayakan menjadi tempat pembukaan UKK secara Vicon mewakili Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). “ UKK ke 8 tahun ajaran 2021, hanya SMK Negeri 1 Modoinding dan SMK Negeri Amurang mewakili Kabupaten Minsel tempat pembukaan UKK secara Vicon oleh Wagub Sulut.” Ungkap Kalundang.
Lebih lanjut dijelaskanya bahwa SMK Negeri 1 Modoinding mengikut-sertakan 98 siswa dari 4 jurusan. Pertama, ATPH (Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) sebanyak 27 siswa. Kedua, TKJ (Teknik Komputer Jaringan) 27 siswa. Ketiga, ASKEP) Asistensi Keperawatan 20 siswa. Keempat, OTKP (Otomatisasi Perkantoran) 24 siswa. Kata dia, UKK menghadirkan penguji eksternal. Untuk Jurusan ASKEP dari pihak Dinkes menunjuk Puskesmas Pinasungkulan. Kemudian TKJ dari Multikom Kota Kotamobagu, OTKP Jasa Raharja Kota Kotamobagu, dan penguji ATPH dari Dinas Pertanian Provinsi Sulut dipercayakan kepada IKBS dan Perusahan Panah Merah.
Ruben F. Kalundang menambahkan, sasaran UKK adalah memberikan penilaian dan memastikan sejauh mana kompetensi yang dimiliki anak selama tiga tahun. “ Mungkin semua bisa lulus tapi tidak semua dinyatakan kompetensi dan memperoleh sertifikasi kompetensi. Bagi yang belum kompeten hanya mendapat ijasah,” terangnya. Menurut data yang diterima wartawan media ini, tahun ajaran 2021 SMK Negeri 1 Modoinding memiliki 348 siswa, 12 Tenaga guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), 14 Guru Tenaga Harian Lepas (THL), 3 Pegawai Tata Usaha dan 2 Penjaga sekolah.
Seperti pantauan media ini UKK berjalan dengan baik dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
(Vecky S. Weol)










